Perancangan video profil wisata berbasis potensi lokal Desa Wisata Malasari

Authors

DOI:

https://doi.org/10.60036/jbm.1451

Keywords:

Desa Wisata, Video Promosi, Potensi Lokal, Ekowisata, Promosi Digital

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk merancang video promosi berbasis potensi lokal Desa Wisata Malasari untuk meningkatkan eksposur dan minat kunjung wisatawan.

Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, yang dilanjutkan dengan proses perancangan video melalui tahap storyboard, produksi, dan editing.

Temuan – Desa Wisata Malasari memiliki potensi alam (kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, air terjun, dan perkebunan teh), potensi budaya (tradisi Seren Taun, kesenian, dan kuliner lokal), serta potensi ekowisata yang selama ini belum dikemas secara audiovisual sebagai media promosi dengan konsep naratif dan sinematik sehingga kurang dikenal wisatawan dari luar daerah. Hasil penelitian berupa video profil wisata berdurasi 8 menit 29 detik yang menampilkan potensi tersebut menggunakan scenic beauty shots dan drone footage. Video disusun dengan segmen pembuka, gambaran demografi, potensi wisata alam, wisata budaya, dan ekonomi kreatif, bergaya visual sinematik, dengan sasaran wisatawan minat khusus, serta dapat digunakan sebagai media promosi digital.

Keterbatasan penelitian – Penelitian ini belum mengukur secara empiris efektivitas video terhadap peningkatan minat dan jumlah kunjungan wisatawan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengevaluasi engagement, minat kunjung, dan perubahan jumlah kunjungan.

Implikasi – Video profil dapat dimanfaatkan oleh pengelola dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai media promosi digital untuk memperluas jangkauan informasi dan memperkuat citra Desa Wisata Malasari.

Kebaruan – Video profil wisata pada umumnya mengangkat destinasi populer, sedangkan penelitian ini berfokus pada Desa Wisata Malasari yang potensi lokalnya belum terdokumentasikan secara audiovisual. Selain itu, luaran penelitian ini bersifat konkret, yaitu video profil siap pakai yang dapat langsung dimanfaatkan oleh pengelola Desa Wisata Malasari sebagai media promosi digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeyinka-Ojo, S., & Abdullah, S. K. (2021). Social media marketing in rural hospitality and tourism destination research. In C. Cobanoglu & V. Della Corte (Eds.), Advances in global services and retail management (pp. 1–17). https://doi.org/10.5038/9781955833035

Amir Fatah, S. (2008). Digital multimedia. CV Andi Offset.

Azhar, A. (2009). Media pembelajaran. RajaGrafindo Persada.

Dyanita, N. (2018). Pengembangan wisata pantai Desa Watu Karung dan Desa Sendang Kabupaten Pacitan tahun 2017. Jurnal GeoEco, 4(1), 31–40.

Gan, J., Shi, S., Filieri, R., & Leung, W. K. S. (2023). Short video marketing and travel intentions: The interplay between visual perspective, visual content, and narration appeal. Tourism Management, 99, 104795. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2023.104795

Haryoko, S. (2012). Efektivitas pemanfaatan media audio-visual sebagai alternatif optimalisasi model pembelajaran. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:58038712

Liu, J., Wang, C., & Zhang, T. (2024). Exploring social media affordances in tourist destination image formation: A study on China's rural tourism destination. Tourism Management, 101, 104843. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2023.104843

Luther, A. C. (1994). Authoring interactive multimedia. AP Professional.

Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Pendit, N. S. (1994). Ilmu pariwisata: Sebuah pengantar perdana. Pradnya Paramita.

Permana, A. A., Kertiasih, N. K., & Budhayasa, I. P. (2017). Video profil sebagai sarana promosi efektif dalam menunjang eksistensi Program Studi Manajemen Informatika. Jurnal Sains dan Teknologi, 6(2).

Pine, B. J., II, & Gilmore, J. H. (2002). The experience economy: Work is theatre & every business a stage: Goods and services are no longer enough. Journal of Revenue and Pricing Management, 1.

Sainu, M. A., Hermawan, R., & Kosmaryandi, N. (2023). The development of tourism destinations based on natural tourism potential in Lohia District, Muna Regency. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 13(2), 277–289. https://doi.org/10.29244/jpsl.13.2.277-289

Shang, Y., Mehmood, K., Iftikhar, Y., Aziz, A., Tao, X., & Shi, L. (2021). Energizing intention to visit rural destinations: How social media disposition and social media use boost tourism through information publicity. Frontiers in Psychology, 12, 782461.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suniastha, I. M. A. (2025). The future of rural tourism in Bali, Indonesia: The role of social media platform. E-Journal of Tourism, 12(2), 256–271. https://doi.org/10.24922/eot.v12i2.2178

Sutopo, A. H. (2003). Multimedia interaktif dengan Flash. Graha Ilmu.

Taillon, J. (2013). Tourist gaze 3.0. Current Issues in Tourism, 17. https://doi.org/10.1080/13683500.2012.759548

Yoeti, O. A. (1983). Pengantar ilmu pariwisata. Angkasa.

Downloads

Published

2026-10-23

How to Cite

Perancangan video profil wisata berbasis potensi lokal Desa Wisata Malasari. (2026). Jurnal Bisnis Mahasiswa, 6(5), 2541-2555. https://doi.org/10.60036/jbm.1451