Pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah kabupaten/kota pada Provinsi Banten 2020-2024
DOI:
https://doi.org/10.60036/jbm.1415Keywords:
PAD, Kemandirian Keuangan Daerah, Mixed MethodsAbstract
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Hasil Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan terhadap kemandirian keuangan daerah pada kabupaten/kota di Provinsi Banten pada periode 2020–2024.
Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu regresi data panel yang didukung oleh wawancara dengan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten. Populasi penelitian mencakup delapan kabupaten/kota dengan teknik sampel jenuh. Setelah uji outlier menggunakan metode Z-Score, diperoleh 32 observasi yang dianalisis menggunakan Fixed Effect Model (FEM) pada EViews 12.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah, tetapi secara simultan berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 93,88% menunjukkan kemampuan model yang tinggi, yang juga dipengaruhi oleh efek tetap pada masing-masing daerah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemandirian keuangan daerah tidak hanya bergantung pada besarnya PAD, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan keuangan, efisiensi belanja, serta optimalisasi potensi daerah.
Keterbatasan penelitian – Secara empiris, ruang lingkup penelitian ini terbatas secara geografis pada Provinsi Banten dan hanya mengobservasi periode spesifik (2020-2024) yang diwarnai oleh ketidakstabilan ekonomi makro. Selain itu, variabel independen murni difokuskan pada tiga instrumen PAD, sehingga masih banyak faktor determinan lain, seperti dana perimbangan pusat atau efisiensi belanja daerah, yang belum dimasukkan dalam pemodelan regresi ini.
Implikasi – Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan sinyal penting bagi pemerintah daerah bahwa realisasi kemandirian keuangan tidak bisa sekadar bertumpu pada pencapaian target pendapatan secara nominal. Implikasi kebijakan yang disarankan menuntut pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pungutan secara komprehensif, mengelola anggaran secara efisien, memperbaiki tata kelola BUMD, serta mempercepat adopsi teknologi digital guna menyempurnakan sistem administrasi dan pencatatan pendapatan daerah.
Kebaruan – Orisinalitas penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan mixed methods dalam mengevaluasi determinan kemandirian keuangan daerah. Ketika mayoritas studi terdahulu hanya bergantung pada pengujian tren kuantitatif, penelitian ini memadukan validitas model statistik tingkat tinggi dengan konfirmasi empiris berbasis wawancara kualitatif langsung dari praktisi (Bapenda), sehingga menghasilkan pemahaman yang jauh lebih faktual, kaya, dan kontekstual mengenai dinamika pengelolaan keuangan daerah di lapangan.
Downloads
References
Adilah. (2018). Pengaruh Proporsi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan, Dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah (Studi Pada Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Timur Periode 2012. Repository.ub.ad.id.
Adolpino Nainggolan, Tagor Darius Sidauruk, & Fenny Tito. (2023). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Retribusi Daerah, Belanja Modal, Dan Dana Alokasi Umum Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah. Jurnal Liabilitas, 8(1), 1–10. https://doi.org/10.54964/liabilitas.v8i1.248
Algifari. (2021). Pengolahan Data Penel untuk Penelitian Bisnis dan Ekonomi dengan EViews 11. Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.
Amin Nasution, I., Yudianto, I., & Mulyani, S. (2025). Determinants of local government financial performance: The mediating role of e-government. International Journal of Financial, Accounting, and Management, 7(3), 353–370. https://doi.org/10.35912/ijfam.v7i3.2570s
Bany Barlina, Herawati, & Ethika. (2018). Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Dana Bagi Hasil, Dan Dana Alokasi Umum Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah (Studi Empiris Pada Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Barat 2012-2016).
Abubakar, Rifa’i. (2020). Pengantar metodologi penelitian. SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hardani, Ustiawaty, J., Sukmana, D. J., Andriani, H., Fatmi, E., Rahmatullah, R., Raushandy, Julian, Dh., & Hikmatullah, N. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. CV. Pustaka Ilmu Grup.
Hey, K. M., Engka, D. S. ., & Walewangko, E. N. (2023). Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 23 No . 7 Agustus 2023 Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 23 No . 7 Agustus 2023. 23(7), 97–108.
Hidayah, R. E., & Nur, M. A. (2024). Optimalisasi Kontribusi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terkait Pendapatan Daerah Dalam Rangka Meningkatkan Kemandirian Keuangan Daerah Kota Banjarmasin. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 5(1), 70–80.
Ismanto, H., & Pebruary, S. (2021). Aplikasi SPSS Dan Eviews Dalam Analisis Data Penelitian. Deepublish.
Karouw, T. L., S, D., & D, K. (2022). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Penerimaan Retribusi Daerah Dan Penerimaan Pajak Daerah Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Dikota Manado. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 22(4), 77–88.
Mulyani, H. S., & Ayu, S. R. (2021). Pengaruh Pajak Daerah, Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Majalengka Periode 2017-2019. 2. https://doi.org/https://doi.org/10.31949/j-aksi.v2i2.1613
Nugraheni, E., Adi, P. H., Kristen, U., & Wacana, S. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah : Studi Meta - Analisis. Media Riset Akuntansi,Auditing & Informasi, 20(1), 19–42. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25105/mraai.v20i1.4398 ISSN
Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2020 Tentang IPKD (2020).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2000 Tentang Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Dalam Pelaksanaan Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan, Pub. L. No. 105, 4 (2000).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pub. L. No. 19 (2015). https://peraturan.bpk.go.id/Details/103888/pp-no-12-tahun-2019
Perron, P. (2026). Econometrics Volume 1: Basic Theory and Topics for Cross-Section Data. World Scientific.
Prasetyo, A., & Rahayu, D. (2019). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (Dau), Dana Bagi Hasil (DBH), Dan Fiscal Stress terhadap Tingkat Kemandirian di Provinsi Kalimantan Selatan. 2(4), 872–881.
Reza, M., & Sopiana, Y. (2023). Analisis PDRB Perkapita, Investasi Pemerintah, dan Inflasi terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Kota Banjarmasin. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 6(1), 477–488. https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201
Richard Abel Musgrave. (1959). The Theory Of Public Finance: A Study In Public Economy.
Saputra, E., Sastrawan, R., & Patria, A. (2025). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Di Kabupaten / Kota Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Lentera Akuntansi, 10, 97–106.
Siagian, A. R., & Kurnia. (2022). Pengaruh Pajak Daerah , Retribusi Daerah , Dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Di Kabupaten / Kota Provinsi Jawa Barat Tahun 2016- The Effect Of Regional Taxes , Regional Levies , And Results. 9(5), 3095–3104.
Toyyib, M. (2023). Upaya Menilai Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Propinsi Banten (2000).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah (2022).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Pub. L. No. 23 (2014). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38685/uu-no-23-tahun-2014
Zamzami, F., & Rakhman, F. (2023). Determinants of Local Government Financial Performance in Indonesia. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 12(5), 332–347. https://doi.org/10.36941/ajis-2023-0148
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rizka Nabila Rahman, Devianti Yunita Harahap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



