Transformasi peran perempuan melalui wisata edukasi berbasis masyarakat: Studi kasus Desa Sukamandi Masagi
DOI:
https://doi.org/10.60036/jbm.913Keywords:
Pemberdayaan Perempuan, Desa Wisata, Wisata EdukasiAbstract
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana wisata edukasi berbasis masyarakat dapat berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan perempuan di Desa Wisata Sukamandi Masagi, Subang, Jawa Barat, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi proses transformasi peran perempuan dalam konteks pariwisata berkelanjutan.
Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka fenomenologi interpretif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi perempuan pengelola homestay, anggota UMKM, pelaku seni tradisional tutunggulan, fasilitator program wisata edukasi, serta pemangku kepentingan desa. Data pendukung diperoleh dari dokumen dan arsip desa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengambilan data dilaksanakan pada April-Mei 2025.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa program wisata edukasi berbasis model live-in telah memberdayakan perempuan dalam empat dimensi utama: (1) Dimensi psikologis: peningkatan kepercayaan diri dan kesadaran kesetaraan gender melalui interaksi dengan wisatawan; (2) Dimensi sosial-budaya: perempuan berperan aktif dalam pelestarian budaya lokal dan pengambilan keputusan di tingkat desa, termasuk munculnya dua kepala dusun perempuan sebagai koordinator program; (3) Dimensi ekonomi: peningkatan pendapatan melalui pengelolaan homestay, UMKM makanan tradisional, dan budidaya jamur tiram; (4) Dimensi politik: keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan struktur organisasi pariwisata desa. Temuan ini memverifikasi kerangka pemberdayaan Scheyvens (2002) dalam konteks Community-Based Tourism (CBT).
Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu desa wisata sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan ke konteks lain. Penggunaan pendekatan kualitatif berpotensi mengandung subjektivitas informan dan peneliti. Penelitian berfokus pada kerangka CBT dan teori pemberdayaan tradisional, belum banyak menyinggung aspek digitalisasi dan transformasi sosial modern dalam konteks pariwisata.
Implikasi – Secara praktis, hasil penelitian merekomendasikan penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan digital marketing, kepemimpinan, dan komunikasi publik, serta penyusunan kebijakan inklusif yang memberi ruang bagi perempuan dalam struktur organisasi pariwisata seperti Pokdarwis. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor swasta diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pemberdayaan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya teori pemberdayaan dalam konteks CBT dengan menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bersifat multidimensi dan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, membuka peluang penelitian lanjutan tentang integrasi pemberdayaan perempuan dan inovasi digital dalam pariwisata berkelanjutan yang berkeadilan gender.
Downloads
References
Ambler, K., Jones, K., & O’Sullivan, M. (2021). Facilitating women’s access to an economic empowerment initiative: Evidence from Uganda. World Development, 138, 105224. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2020.105224
Anwar, M. K., Zauhar, S., & Wanusmawatie, I. (2023). Dynamic Governance Based Educational Tourism Development Model in Indonesia. Erudio Journal of Educational Innovation, 10(2), 165–175.
Ashley, C., & Roe, D. (2002). Making tourism work for the poor: Strategies and challenges in southern Africa. Development Southern Africa, 19(1), 61–82. https://doi.org/10.1080/03768350220123855
Boonabaana, Brenda. (2014). Negotiating gender and tourism work: Women’s lived experiences in Uganda. Tourism and Hospitality Research, 14(1–2), 27–36. https://doi.org/10.1177/1467358414529578
Gentry, K. (2007). Belizean Women and Tourism Work: Opportunity or Impediment? Annals of Tourism Research, 34, 477–496. https://doi.org/10.1016/j.annals.2006.11.003
John W. Creswell. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications.
Longwe, S. H. (1991). Gender awareness: The missing element in the third world development project. Oxfam.
Marizka, R., Nurrizalia, M., Wati, E. R. K., Fadsyah, N. A., Sari, L. P., & Lusiyani, L. (2024). Peran Perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata Guna Mengatasi Kesenjangan Gender di Sektor Wisata. Jurnal Pendidikan Non Formal, 1(3), 9. https://doi.org/10.47134/jpn.v1i3.358
Miles, MB, Huberman, AM dan Saldana, J. (2014). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Metode. Sage.
Momanyi, S. O., Mutie, I. K., Manono, G., & Rotich, D. K. (2013). Women Employment in Tourism Businesses: A Case Study of Eldoret Town, Kenya. African Journal of Tourism and Hospitality, 1(1), 15–25.
Movono, A., & Dahles, H. (2017). Female empowerment and tourism: a focus on businesses in a Fijian village. Asia Pacific Journal of Tourism Research. https://doi.org/10.1080/10941665.2017.1308397
Pickel-Chevalier, S., & Yanthy, P. S. (2023). Gender, work, tourism and higher education in Bali. Annals of Tourism Research, 100. https://doi.org/10.1016/j.annals.2023.103574
Potchana, S. (1997). Community Based Tourism Handbook: REST Project.
Rosramadhana, R., Sudirman, S., Zulaini, Z., Iqbal, M., & Sembiring, M. (2024). Women’s Empowerment Model Based on Cultural Literature to Realize Tourism Aware Villages in Sustainable Development. Journal of Intercultural Communication , 24(2), 144–153. https://doi.org/10.36923/jicc.v24i2.184
Scheyvens, R. (2002). Tourism for Development: Empowering Communities. Prentice Hall.
Sulitri, & Gerry Katon Mahendra. (2024). Pemberdayaan perempuan dalam pengembangan Desa Wisata Brajan Sendangagung Kapanewon Minggir. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat. LPPM Universitas Aisyiyah Yogyakarta, 2(September), 2239–2248.
Tosun, C. (1999). Towards a typology of community participation in the tourism development process. Anatolia, 10(2), 113–134. https://doi.org/10.1080/13032917.1999.9686975
United Nations. (2015). Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development.
Wirdawati, A., Wardi, Y., & Susanti, R. (2024). Partisipasi Perempuan Dalam Kemajuan Desa Wisata. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 6(1), 84–94. https://doi.org/10.37253/altasia.v6i1.9016
Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment Theory BT - Handbook of Community Psychology (J. Rappaport & E. Seidman (eds.); pp. 43–63). Springer US. https://doi.org/10.1007/978-1-4615-4193-6_2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lala Siti Sahara, Jenal Abidin, Rinie Octaviany Hasan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



