Pengaruh fraud triangle terhadap fraudulent financial statement

Authors

  • Lintang Wijayasari Program Studi Akuntansi, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • James Tumewu Program Studi Akuntansi, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.60036/jbm.1381

Keywords:

Fraudulent Financial Statement, Fraud Triangle, Pressure, Opportunity, Rationalization, Financial Stability

Abstract

Tujuan – ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pressure, opportunity, rationalization, dan financial stability terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024.

Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian kuantitatif ini berlandaskan pada Fraud Triangle Theory dan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Pengumpulan data melibatkan 141 observasi dari 47 perusahaan perbankan yang dipilih secara purposive sampling.

Temuan – Secara simultan, seluruh variabel independen terbukti memengaruhi kecurangan laporan keuangan. Namun, pengujian secara parsial menunjukkan bahwa hanya variabel pressure yang berpengaruh signifikan, sedangkan opportunity, rationalization, dan financial stability tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial.

Keterbatasan penelitian – Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada sektor perbankan dengan periode pengamatan yang singkat, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke sektor industri lain. Nilai Adjusted R Square yang diperoleh hanya sebesar 8%, mengindikasikan bahwa 92% variasi kecurangan laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar model penelitian ini. Selain itu, ketergantungan pada proksi rasio keuangan memiliki keterbatasan dalam mencerminkan kondisi kualitatif secara menyeluruh.

Implikasi – Manajemen perbankan perlu memperkuat sistem pengendalian internal, Good Corporate Governance, serta manajemen tekanan organisasi untuk meminimalkan celah manipulasi. Bagi auditor, temuan ini penting untuk meningkatkan skeptisisme profesional agar prosedur penilaian risiko kecurangan dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.

Kebaruan – Penelitian ini menyajikan bukti empiris mutakhir mengenai dinamika kecurangan laporan keuangan yang secara khusus berfokus pada sektor perbankan di masa pascapandemi (2022–2024) dengan memanfaatkan proksi yang telah disesuaikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Institute of Certified Public Accountants (AICPA). (2002). Statement on Auditing Standards No. 99: Consideration of fraud in a financial statement audit. New York, NY: AICPA.

Association of Certified Fraud Examiners. (2024). Occupational Fraud 2024: A Report to the Nations.

Berle, A. A., & Means, G. C. (1932). The Modern Corporation and Private Property. Macmillan.

Cressey, D. R. (1953). Other People’s Money: A Study in the Social Psychology of Embezzlement. Free Press.

Dalnial, H., Kamaluddin, A., Sanusi, Z. M., & Khairuddin, K. S. (2014). Accountability in Financial Reporting: Detecting Fraudulent Firms. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 145, 61–69.

Dechow, Patricia M., Ge, W., Larson, C. R., & Sloan, R. G. (2011). Predicting Material Accounting Misstatements. Contemporary Accounting Research, 28(1), 17–82. https://doi.org/10.1111/j.1911-3846.2010.01041.x

Dorminey, J., Fleming, A. S., Kranacher, M. J., & Riley, R. A. (2012). The evolution of fraud theory. Issues in Accounting Education, 27(2), 555–579. https://doi.org/10.2308/iace-50131

Eisenhardt, K. M. (1989). Agency Theory: An Assessment and Review. Academy of Management Review, 14(1), 57–74. https://doi.org/10.5465/amr.1989.4279003

Eri Adinata, A. (2025). Financial stability, Rationalization, Opportunity, and Fraudulent financial reporting: A Meta-Analysis Study. Jurnal Akuntansi Kontemporer, 18(2), 145–162. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jpak/article/view/67734

Fama, E. F., & Jensen, M. C. (1983). Separation of Ownership and Control. Journal of Law and Economics, 26(2), 301–325. https://doi.org/10.1086/467037

Ida Ayu Intan Nichiyobi, I. A. I., & Widhiyani, N. L. S. (2025). Fraud Triangle Analysis in Detecting Fraudulent financial statements in Indonesian Public Companies. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 20(1), 77–95. https://doi.org/10.24843/EJA.2025.v35.i12.p05

International Auditing and Assurance Standards Board. (2021). International Standard on Auditing (ISA) 240: The Auditor's Responsibilities Relating to Fraud in an Audit of Financial Statements.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X

Juang, J., & Kuntadi, C. (2026). The Simultaneous Effect of Fraud Triangle Elements on Financial Statement Fraud in Indonesian Listed Firms. International Journal of Accounting Research, 11(1), 33–49. https://doi.org/10.55606/jumbiku.v6i1.6870

Lou, Y. I., & Wang, M. L. (2009). Fraud Risk Factor of the Fraud Triangle Assessing the Likelihood of Fraudulent financial reporting. Journal of Business & Economics Research, 7(2), 61–78.

Murphy, P. R., & Dacin, M. T. (2011). Psychological Pathways to Fraud: Understanding and Preventing Fraud in Organizations. Journal of Business Ethics, 101(4), 601–618.

Novanda, R., & Ritonga, P. (2025). Fraud Triangle Determinants and Financial Statement Fraud: Evidence from Indonesia’s Banking Industry. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 13(1), 56–74. https://doi.org/10.22437/jmk.v14i04.52116

Persons, O. S. (1995). Using Financial Statement Data to Identify Factors Associated with Fraudulent financial reporting. Journal of Applied Business Research, 11(3), 38–46.

Rizaya, R., & Nurhazana, N. (2025). Financial stability as a Pressure Proxy in Fraudulent financial statement Research: Evidence from Banking Companies. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 16(2), 201–220. https://doi.org/10.36555/jasa.v9i3.2980

Silitonga, D. (2025). Financial Statement Manipulation in Indonesian Banking Sector: Pressure, Governance, and Fraud Risk. Journal of Indonesian Financial Studies, 9(3), 112–130. https://doi.org/10.47134/aaem.v2i4.728

Siregar, P. (2026). Fraud Triangle Evolution and Its Application in Financial Reporting Fraud Detection. Asian Journal of Accounting Research, 8(1), 15–31. DOI: https://doi.org/10.35870/emt.v10i1.5818

Siregar, P., & Surianti, S. (2022). Fraud Triangle Theory in Detecting Financial Statement Fraud: Empirical Evidence from Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Audit Indonesia, 26(2), 89–104.

Skousen, C. J., Smith, K. R., & Wright, C. J. (2009). Detecting and Predicting Financial Statement Fraud: The Effectiveness of the Fraud Triangle and SAS No. 99. Advances in Financial Economics, 13, 53–81. https://doi.org/10.1108/S1569-3732(2009)0000013005

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Terbaru). Alfabeta.

Tiffani, L., & Marfuah. (2015a). Deteksi Financial Statement Fraud dengan Analisis Fraud Triangle pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 19(2), 112–125.

Wolfe, D. T., & Hermanson, D. R. (2004). The Fraud Diamond: Considering the Four Elements of Fraud. CPA Journal, 74(12), 38–42.

Yesiariani, M., & Rahayu, I. (2017). Deteksi Financial Statement Fraud: Pengujian Fraud Diamond. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 21(1), 49–60.

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

Wijayasari, L., & Tumewu, J. (2026). Pengaruh fraud triangle terhadap fraudulent financial statement. Jurnal Bisnis Mahasiswa, 6(5), 2183–2196. https://doi.org/10.60036/jbm.1381