Kuliner sehat dan pengalaman berbasis kearifan lokal, Desa Malasari, Kabupaten Bogor
DOI:
https://doi.org/10.60036/jbm.1135Keywords:
Kuliner Kesehatan, Kearifan Lokal, Pengalaman Pawon, Pariwisata Berkelanjutan, Desa MalasariAbstract
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kuliner yang dikemas dalam konsep wellness berbasis kearifan lokal sebagai daya tarik wisata serta merumuskan strategi pengembangan kuliner lokal di Desa Malasari, Kabupaten Bogor.
Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan teknik analisis data yang mengacu pada model Miles dan Huberman (2014) yang meliputi tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Informan yang dipilih secara purposive sampling mencakup warga pelaku pawon, anggota POKDARWIS, pengelola wisata, dan sekretaris desa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD).
Temuan – Kuliner di Desa Malasari memiliki daya tarik yang tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi atraksi unggulan dalam kegiatan pawon experience. Namun, pengembangannya masih terkendala oleh bahan pangan, gangguan hama, dan hasil bumi yang tumbuh saat musim tertentu.
Keterbatasan penelitian – Penelitian menghadapi keterbatasan berupa jumlah informan yang terbatas dan ketergantungan pada panen musiman yang memengaruhi konsistensi pasokan bahan lokal, ancaman hama ladang, serta rendahnya kapasitas pemasaran digital masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji model bisnis digital adaptif bagi desa wisata, serta mengembangkan sistem manajemen rantai pasok pangan lokal berbasis kalender musim panen.
Implikasi – Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan yang mencakup penyusunan paket wisata pawon, kegiatan live in, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata berbasis keberlanjutan. Secara kebijakan, temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan desa wisata berbasis pangan lokal di wilayah perdesaan Jawa Barat yang memiliki tradisi pertanian kuat.
Kebaruan – Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengintegrasikan konsep wellness culinary tourism ke dalam konteks kearifan lokal masyarakat agraris perdesaan Indonesia. Kebaruan utama terletak pada konseptualisasi pawon experience sebagai produk wisata wellness berbasis tradisi, yang belum banyak dikaji dalam literatur pariwisata desa di Indonesia.
Downloads
References
Anton Martin, C. , Crespo. I. C. , & López-Guzmán. M. (2025). Culinary tourism experiences: The effect of iconic food on tourist intentions. Tourism Management Perspectives, 40(100911).
Cooperrider, D. L., & Whitney, D. (2005). Appreciative inquiry: A positive revolution in change. Berrett-Koehler Publishers.
Denzin, N. K. , & Lincoln. Y. S. (2009). Handbook of qualitative research. Thousand Oaks. CA: Sage Publications.
Dini, M., & Pencarelli, T. (2021). Wellness tourism and the components of its offer system: A holistic perspective. Tourism Review, 77(2), 394–424.
Global Wellness Institute (GWI). (2023). Global wellness economy monitor. Miami: GWI.
Graham, S. C. (2021). Authentic Culinary Tourism Experiences: The Perspectives of Locals. Journal of Gastronomy and Tourism, 5(2), 65–82. https://doi.org/10.3727/216929720X15968961037926
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). (2023). Laporan kinerja desa wisata Indonesia 2021–2023. Jakarta: Kemenparekraf.
Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. In Jakarta: Kompas.
Koncul, N. (2012). Wellness: A New Mode of tourism. Economic Research-Ekonomska Istraživanja, 25(2), 525–534. https://doi.org/10.1080/1331677X.2012.11517521
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mueller, H., & Kaufmann, E. L. (2001). Wellness tourism: Market analysis of a special health tourism segment and implications for the hotel industry. Journal of Vacation Marketing, 7(1), 5–17. https://doi.org/10.1177/135676670100700101
Nisak, M. A. , Nuraini. S. , & Kusuma. S. (2022). Wellness Tourism Berbasis Kearifan Lokal: Strategi Pengembangan Pariwisata Pasca Covid-19 di Desa Bilebante, Nusa Tengara Barat. JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 30–36.
Purwaningrum, H. (2024). Investigating the habits and satisfaction of tourists towards culinary facilities at Manggar Sari Beach, East Kalimantan. Journal of Rural Tourism, 1(1), 9–16. https://doi.org/10.70310/s8s0g403
Rahmawati, D. (2021). Kuliner tradisional sebagai media transmisi budaya. Jurnal Sosial Humaniora. Jurnal Sosial Humaniora, 12.
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Smith, M., & Puczkó, L. (2014). Health, tourism and hospitality: Spas, wellness and medical travel (2nd ed.).
Suardani, M., Sagitarini, L. L., Damayanti, I. A. K. W., Sari, P. Y. W., Wijaya, M. R. A., & Yasa, I. G. D. (2025). Local Culinary Development Strategies as a Sustainable Tourism Product: A Qualitative Study in Les Village, Buleleng Regency, Bali (pp. 23–33). https://doi.org/10.2991/978-94-6463-882-0_4
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryana, B. (2022). Wellness tourism dan kuliner sehat berbasis lokal. Jurnal Ekonomi Kreatif, 8(3), 101–115.
Suwannarak, K. , & Panpracha. S. (2025). Exploring Thailand as a gastronomic tourism destination: A structural equation model approach. Journal of Infrastructure, Policy and Development.
World Tourism Organization (UNWTO). (2012). Tourism and intangible cultural heritage (Vols. 978-92-844-1382–9). Madrid: UNWTO.
Yang, S., Liu, Y., & Xu, L. (2024). The effect of food tourism experiences on tourists’ subjective well-being. Heliyon, 10(3), e25482. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e25482
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lala Siti Sahara, Jenal Abidin, Indra Setiawan, Ghoidah Syahidah Syaepullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



