Strategi pengembangan ekowisata digital berbasis smart tourism di Desa Wisata Malasari
DOI:
https://doi.org/10.60036/jbm.1134Keywords:
Ekowisata Digital, Smart Tourism, Desa Wisata, Strategi Pengembangan, KeberlanjutanAbstract
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi serta menghasilkan strategi pengembangan ekowisata digital berbasis smart tourism di Desa Wisata Malasari, dengan kekayaan sumber daya alam tetapi belum memanfaatkan teknologi digital.
Desain/metodologi/pendekatan – Pendekatan yang digunakan di penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan metode SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam proses penyusunan strategi pengembangan desa wisata, dengan ruang lingkup pada integrasi konsep ekowisata, smart tourism, dan pariwisata berkelanjutan.
Temuan – Hasil penelitian yang dilakukan telah menunjukkan bahwa Desa Wisata Malasari memiliki potensi ekowisata yang tinggi, didukung oleh keanekaragaman hayati, daya tarik alam, serta dukungan masyarakat lokal. Ada beberapa kendala dalam pengelolaan wisata, seperti belum adanya sistem informasi terintegrasi, promosi digital yang terbatas, dan rendahnya literasi teknologi masyarakat. Pada penerapan smart tourism dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan, pengalaman wisata, dan daya saing destinasi.
Keterbatasan penelitian – Keterbatasan penelitian pada pendekatan kualitatif dengan cakupan lokasi yang spesifik, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Keterbatasan pengambilan data terkait perilaku wisatawan dan performa digital menjadi kendala dalam analisis mendalam, diharapkan adanya kombinasi metode kuantitatif serta mengkaji implementasi teknologi secara lebih terukur.
Implikasi – Penelitian yang dilakukan oleh penulis memberikan implikasi praktis bagi pengelola desa wisata dan pengurus untuk mengembangkan sistem pariwisata digital terintegrasi, meningkatkan kapasitas SDM dalam literasi digital, dan yang terakhir memperkuat kolaborasi antar pihak bertujuan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis teknologi.
Kebaruan – Penelitian yang dilakukan menegaskan pada integrasi konsep ekowisata, smart tourism, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu konsep strategi pengembangan desa wisata pada kawasan konservasi yang belum banyak dikaji dalam konteks desa wisata di Indonesia.
Downloads
References
Buhalis, D., & Amaranggana, A. (2015). Smart Tourism Destinations Enhancing Tourism Experience Through Personalisation of Services. In Information and Communication Technologies in Tourism 2015 (pp. 377–389). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-14343-9_28
Dolezal, C., & Novelli, M. (2022). Power in community-based tourism: empowerment and partnership in Bali. Journal of Sustainable Tourism, 30(10), 2352–2370. https://doi.org/10.1080/09669582.2020.1838527
Edi Rochaedi, D., Priatna, D., & Srie Rahayu, S. Y. (2021). KEMITRAAN KONSERVASI PEMULIHAN EKOSISTEM SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI KONFLIK TENURIAL DI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 18(3), 171–184. https://doi.org/10.20886/jpsek.2021.18.3.171-184
Fennell, David A. (2020). Ecotourism (5th ed.). Routledge.
Gössling, S. (2018). Tourism, tourist learning and sustainability: an exploratory discussion of complexities, problems and opportunities. Journal of Sustainable Tourism, 26(2), 292–306. https://doi.org/10.1080/09669582.2017.1349772
Gretzel, U., Sigala, M., Xiang, Z., & Koo, C. (2015). Smart tourism: foundations and developments. Electronic Markets, 25(3), 179–188. https://doi.org/10.1007/s12525-015-0196-8
Helen Canton. (2021). World Tourism Organization (23rd ed.).
Humphrey, A. S. (2005). SWOT Analysis for Management Consulting.
Lee, T. H., Jan, F.-H., & Yang, C.-C. (2013). Conceptualizing and measuring environmentally responsible behaviors from the perspective of community-based tourists. Tourism Management, 36, 454–468. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2012.09.012
Li, Y., Hu, C., Huang, C., & Duan, L. (2017). The concept of smart tourism in the context of tourism information services. Tourism Management, 58, 293–300. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2016.03.014
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya City.
Mtapuri, O., Thanh, T. D., Giampiccoli, A., & Dłużewska, A. (2021). Expansion and Specification of Knowledge, Skills, Attitudes and Practices Survey Model for Community-Based Tourism Development. Sustainability, 13(19), 10525. https://doi.org/10.3390/su131910525
Sigala, M. (2018). New technologies in tourism: From multi-disciplinary to anti-disciplinary advances and trajectories. Tourism Management Perspectives, 25, 151–155. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2017.12.003
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukaton, A. Nugrahasuci, D. Rahman, A. D. R. F. (2025). Panduan Lapangan Biodiversitas di Sekitar Kampung Sijagur (Feriyanto, Ed.). Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (KIARA).
The International Ecotourism Society. (2015). What is ecotourism?
UNESCO. (2008). Operational Guidelines for the Implementation of the World Heritage Convention.
United Nations Environment Programme (UNEP). (2021). Making Tourism More Sustainable: A Guide for Policy Makers.
World Bank. (2022). Tourism for Development: An Overview.
Xiang, Z., Du, Q., Ma, Y., & Fan, W. (2017). A comparative analysis of major online review platforms: Implications for social media analytics in hospitality and tourism. Tourism Management, 58, 51–65. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2016.10.001
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jenal Abidin, Lala Siti Sahara, Early Diena Rasmin, Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



