Determinasi kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu: Peran beban kerja kognitif, budaya kerja, dan resiliensi kerja
DOI:
https://doi.org/10.60036/jbm.1126Keywords:
Beban Kerja Kognitif, Budaya Kerja, Resiliensi Kerja, Kinerja PegawaiAbstract
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh beban kerja kognitif, budaya kerja, dan resiliensi kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 112 pegawai yang seluruhnya dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh (sensus). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan software SmartPLS 4. Pengujian data meliputi asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²).
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja kognitif, budaya kerja, dan resiliensi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai baik secara parsial maupun simultan. Beban kerja kognitif merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai, diikuti oleh resiliensi kerja dan budaya kerja. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,779 menunjukkan bahwa 77,9% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut.
Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu instansi pemerintah daerah dengan desain penelitian cross-sectional, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasi secara luas. Selain itu, penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel independen sehingga belum mencakup seluruh faktor yang berpotensi memengaruhi kinerja pegawai.
Implikasi – Secara praktis, hasil penelitian memberikan rekomendasi kepada organisasi sektor publik, khususnya instansi kesehatan, untuk mengoptimalkan pengelolaan beban kerja kognitif, memperkuat budaya kerja yang positif, serta meningkatkan resiliensi pegawai melalui program pengembangan kapasitas, pelatihan, dan dukungan psikologis. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik dengan menegaskan pentingnya faktor kognitif, budaya organisasi, dan faktor psikologis dalam meningkatkan kinerja pegawai.
Kebaruan – Penelitian ini menawarkan perspektif yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan secara simultan beban kerja kognitif, budaya kerja, dan resiliensi kerja sebagai determinan kinerja pegawai pada organisasi sektor kesehatan daerah, yang masih relatif jarang dikaji dalam satu model penelitian terpadu.
Downloads
References
Arischa, K. L. A., & Frinaldi, A. F. (2023). Implementasi budaya kerja pada organisasi sektor publik di Indonesia. Jurnal Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi (JUMEA), 1(2).
Fitri, N., Basri, H., Andriyani, I., & Even, N. (2023). Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening (Studi kasus pada karyawan Kanca Bank Syariah Indonesia Palembang). EKOMBIS Review: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 11(2), 1087–1094.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Edisi ke-9). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gulo, W. (2015). Metodologi penelitian. Grasindo.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.
Ibrahim, B. A., et al. (2024). Relationship between Resilience at Work, Work Engagement, Job Satisfaction and Intention to Leave among Healthcare Workers. BMC Public Health, 24. https://doi.org/10.1186/s12889-024-18507-9
Iskamto, D. (2023). Organizational Culture and Its Impact on Employee Performance. International Journal of Management and Digital Business, 2(1), 47–55.
Lombogia, J. M. C., Dilapanga, A. R., & Bogar, W. R. (2022). Implementasi kebijakan disiplin pegawai negeri sipil di Cabang Dinas Pendidikan Tomohon, Minahasa. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 1(2), 15–28.
Ludin, I. (2023). The Impact of Organizational Culture and Working Motivation on Performance of Employee: A Case Study at Government Organization. East Asian Business and Society Review.
Pradana, M., & Reventiary, A. (2023). Metode penelitian kuantitatif untuk manajemen dan bisnis. Deepublish.
Robertson, I. T., Cooper, C. L., Sarkar, M., & Curran, T. (2020). Resilience training in the workplace: A systematic review. Journal of Occupational and Organizational Psychology, 93(2), 175–199.
Sahir, S. H. (2022). Metodologi penelitian. KBM Indonesia.
Sweller, J., van Merriënboer, J. J. G., & Paas, F. (2019). Cognitive architecture and instructional design: 20 years later. Educational Psychology Review, 31, 261–292.
Wibowo, A., & Astuti, R. (2021). Pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai di lingkungan pemerintah daerah. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 9(2), 87–98.
Yang, Y., Al Mamun, A., Hayat, N., & Salahuddin, M. (2024). Enhancing Job Performance: The Critical Roles of Well-Being, Job Satisfaction, and Trust in Supervisor. Frontiers in Psychology.
Yuliana, S., & Kurniawan, T. (2021). Hubungan antara resiliensi kerja dan kinerja pegawai pada masa pandemi. Jurnal Psikologi dan Kinerja, 9(1), 34–45.
Zhenjing, G., Chupradit, S., Ku, K. Y., Nassani, A. A., & Haffar, M. (2022). Impact of Employees' Workplace Environment on Employees' Performance: A Multi-Mediation Model. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(9), 5248. https://doi.org/10.3390/ijerph19095248
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Redo Saputra, Abd. Rasyid Syamsuri, Sharnuke Asrilsyak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



