Peta persepsi persaingan jasa bioskop pada Generasi Z di Kota Pekanbaru

Authors

  • Syarifah Dwi Anggi Wulandari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Henni Noviasari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Sri Wahyuni Wildah Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.60036/jbm.1121

Keywords:

Bioskop, Dimensi Jasa, Persepsi Konsumen, Generasi Z, Analisis Multidimensional Scaling, Peta Persepsi

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana Generasi Z di Kota Pekanbaru mempersepsikan persaingan antara tiga merek bioskop Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis berdasarkan dimensi jasa yang mereka anggap penting. Penelitian ini ditulis untuk memberikan pemahaman mengenai posisi masing-masing merek di benak konsumen serta membantu industri melihat faktor apa yang paling memengaruhi preferensi penonton muda.

Desain/metodologi/pendekatan – Tujuan penelitian dicapai melalui pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan survei kuesioner yang diberikan kepada 100 responden Generasi Z berusia 20–24 tahun di Kota Pekanbaru. Analisis utama yang digunakan adalah Multidimensional Scaling (MDS) untuk memetakan persepsi konsumen terhadap tiga merek bioskop, yaitu Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis. Penelitian ini berada dalam ruang lingkup teori perilaku konsumen dan dimensi jasa sebagai dasar penilaian dalam pemilihan merek.

Temuan – Studi ini menemukan bahwa setiap merek bioskop memiliki posisi yang berbeda dalam persepsi Generasi Z di Pekanbaru. Cinema XXI dianggap unggul dalam hal ruang dan makanan dan minuman; CGV dinilai terbaik dalam hal staf; sementara Cinépolis unggul dalam hal harga dan merupakan merek yang paling dekat dengan dimensi fasilitas. Hasil analisis MDS menunjukkan bahwa tidak ada satu merek pun yang mendominasi semua dimensi, sehingga preferensi konsumen terbagi sesuai dengan kekuatan masing-masing merek.

Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada tiga merek bioskop (Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis) serta hanya berfokus pada Generasi Z di Kota Pekanbaru sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke kelompok usia atau wilayah lain. Penelitian juga hanya menggunakan beberapa dimensi jasa tertentu sehingga variabel lain yang mungkin memengaruhi persepsi konsumen belum dianalisis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah dan variasi objek penelitian, memperluas cakupan responden, serta memasukkan variabel tambahan agar pemetaan persepsi konsumen menjadi lebih komprehensif.

Implikasi – Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai posisi setiap merek bioskop di benak Generasi Z, sehingga dapat digunakan sebagai dasar bagi perusahaan untuk memperbaiki kualitas jasa pada dimensi yang dianggap kurang unggul.

Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan analisis Multidimensional Scaling (MDS) untuk memetakan persepsi persaingan tiga merek bioskop di kalangan Generasi Z secara spesifik di Kota Pekanbaru. Fokus pada kelompok usia tertentu dan konteks geografis lokal ini masih jarang dilakukan dalam penelitian sebelumnya, sehingga memberikan perspektif baru mengenai bagaimana konsumen muda memersepsikan kualitas jasa dan posisi masing-masing merek dalam industri hiburan lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

ANTARA News. (2024, November 11). Kementerian Kebudayaan upayakan pemerataan jumlah layar bioskop. https://www.antaranews.com/berita/4441345/kementerian-kebudayaan-upayakan-pemerataan-jumlah-layar-bioskop

Arnett, J. J., Žukauskienė, R., & Sugimura, K. (2014). The new life stage of emerging adulthood at ages 18–29 years: Implications for mental health. The Lancet Psychiatry, 1(7), 569–576. https://doi.org/10.1016/S2215-0366(14)00080-7

Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. (2024). Kota Pekanbaru dalam angka 2023. https://pekanbarukota.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjESIzI=/jumlah-penduduk-menurut-kelompok-umur-dan-jenis-kelamin--jiwa-.html

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. (2024). Provinsi Riau dalam angka 2023. https://riau.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzijMg==/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota--jiwa-.html

Elkins, M., Bickle, M., & Lee, A. (2020). The impact of cinema experience on consumer behavior: A focus on Generation Z. Journal of Consumer Marketing, 37(5), 541–554. https://doi.org/10.1108/JCM-01-2020-3568

Fitria, T., & Rachmawati, I. (2023). Analisis preferensi konsumen dalam memilih bioskop di Indonesia. E-Proceeding of Management, 10(2), 626–632.

Gabrielova, K., & Buchko, A. A. (2021). Here comes Generation Z: Millennials as managers. Business Horizons, 64(4), 489–499. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2021.02.013

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Nizhamuddin, A. B., Chulsum, U., Putra, A. S. A., Akbar, R. F., & Hafizh, F. (2023). Analisis persepsi masyarakat Kota Tarakan terkait kualitas layanan, kondisi fasilitas dan harga terhadap minat kunjungan ke bioskop XXI. Jurnal Manajemen dan Bisnis-JMBI, 1(2), 74–81.

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.

Downloads

Published

2026-05-25

How to Cite

Wulandari, S. D. A., Noviasari, H., & Wildah, S. W. (2026). Peta persepsi persaingan jasa bioskop pada Generasi Z di Kota Pekanbaru. Jurnal Bisnis Mahasiswa, 6(3), 1124–1136. https://doi.org/10.60036/jbm.1121