Inovasi Kanggo Riko dalam paradigma new public service di Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.60036/jbm.1081Keywords:
New Public Service, Inovasi Pelayanan Publik, Pemberdayaan Perempuan, Partisipasi Masyarakat, Penanggulangan KemiskinanAbstract
Tujuan – Menganalisis Program Kanggo Riko di Kabupaten Banyuwangi sebagai inovasi pelayanan publik dalam perspektif New Public Service (NPS), dengan fokus pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga miskin dan praktik partisipasi deliberatif dalam kebijakan penanggulangan kemiskinan di tingkat desa.
Desain/metodologi/pendekatan – Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh dari analisis dokumen kebijakan, laporan monitoring dan evaluasi program, serta data statistik resmi. Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan prinsip-prinsip NPS sebagai kerangka interpretatif untuk memahami desain dan implementasi program.
Temuan – Program Kanggo Riko menginstitusionalisasikan mekanisme deliberatif melalui pra-rembug dan rembug warga desa dalam penentuan sasaran program. Skema bantuan produktif yang disertai pendampingan sosial dan perlindungan jaminan kerja berkontribusi pada penguatan kapasitas usaha penerima manfaat. Program ini berkorelasi dengan peningkatan pendapatan penerima manfaat sebesar 36,34% serta peningkatan penjualan usaha hingga 80%.
Keterbatasan penelitian – Penggunaan data sekunder dan hanya berfokus pada satu konteks daerah, sehingga temuan bersifat kontekstual dan memerlukan verifikasi melalui penelitian lanjutan dengan data primer.
Implikasi – Menegaskan relevansi NPS dalam inovasi pelayanan publik berbasis pemberdayaan serta pentingnya penguatan integrasi data kemiskinan, pendampingan usaha, dan forum musyawarah desa sebagai ruang evaluasi program.
Kebaruan – Penelitian ini menunjukkan secara empiris bagaimana mekanisme deliberatif desa dan bantuan produktif dapat menjadi instrumen penciptaan nilai publik dalam kebijakan pemberdayaan perempuan kepala keluarga miskin.
Downloads
References
Alsop, R., & Heinsohn, N. (2020). Measuring empowerment in practice: Structuring analysis and framing indicators. World Bank.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Aziz, N. A., & Putri, N. P. (2021). Smart Kampung: Mereduksi birokratisasi pelayanan publik. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP), 7(1). https://doi.org/10.21776/ub.jiap.2021.007.01.05
Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi. (2025). Profil kemiskinan di Banyuwangi Maret 2025. https://banyuwangikab.bps.go.id/id/pressrelease/2025/10/01/247/profil-kemiskinan-di-banyuwangi-maret-2025.html
Bason, C. (2018). Leading public sector innovation: Co-creating for a better society (2nd ed.). Policy Press. https://doi.org/10.46692/9781447336259
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Bloomberg, L. (2015). Public value governance: Moving beyond traditional public administration and the New Public Management. Public Administration Review, 75(4), 445–456.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Crosby, B. C., ’t Hart, P., & Torfing, J. (2017). Public value creation through collaborative innovation. Public Management Review, 19(5), 655–669. https://doi.org/10.1080/14719037.2016.1192165
Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2015). The new public service: Serving, not steering (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315699033
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyuwangi. (2025). Dokumen perencanaan dan laporan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Flick, U. (2018). An introduction to qualitative research (6th ed.). SAGE Publications.
Hartley, J. (2019). Public value through innovation and improvement. Public Money & Management, 39(4), 256–264. https://doi.org/10.1080/09540962.2019.1592903
Huda, N., & Handayani, I. (2025). Alternative of local government legal policies in implementing poverty reduction. PETITA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah, 10(1). https://doi.org/10.22373/petita.v10i1.790
Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women’s empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464. https://doi.org/10.1111/1467-7660.00125
Majidah, W. R., & Permatasari, S. J. (2025). Pembinaan pengamen eksentrik pada kawasan publik Kabupaten Banyuwangi sebagai upaya perubahan dari kemiskinan menuju kemandirian. Nusantara Hasana Journal. https://doi.org/10.5999/nhj.2025.1450
Moore, M. H. (1995). Creating public value: Strategic management in government. Harvard University Press.
Nabatchi, T., & Leighninger, M. (2015). Public participation for 21st century democracy. Jossey-Bass.
Osborne, S. P. (2020). Public service logic: Creating value for public service users, citizens, and society through public service delivery. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003009153
Permatasari, S. J., & Wahyudiono, A. (2021). Event tradisi sebagai daya tarik kunjungan wisatawan. Promedia Journal, 7(2). https://doi.org/10.52447/promedia.v7i1.4585
Saputra, E., & Rahmawati, T. (2024). Collaborative governance dalam implementasi program Kanggo Riko di Banyuwangi. Jurnal Kebijakan Publik dan Inovasi Daerah. https://doi.org/10.31219/osf.io/jkpid.2024.002
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sigit Purnomo, Ika Herdiana Friaresta, Lusi Herawati, Bintoro Wardiyanto, Jodii Arlan Kurnia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



